Tuesday, August 5, 2014

DAUN DI MUSIM GUGUR

         Musim semi yang berlalu, telah berganti menjadi musim gugur. Musim yang menjadi pertanda bahwa daun yang tumbuh di musin semi telah melakukan tugasnya dengan baik dan harus meninggalkan ranting dan dahan tempatnya singgah selama musin semi. Jatuhnya daun yang mulai kecoklatan mulai menutupi area pekarkangan luas yang ditutupi rumput yang mulai melayu. Daun itu akan jatuh satu persatu sampai seluruh daun di dahan dan ranting berhamburan menaburi permukaan bumi. Seperti sosok yang ada dalam raga ini juga merasakan hal yang sama dengan daun yang terkapar tidak berdaya. Daun yang hanya bisa menerima nasibnya menjadi sebuah sumber pupuk organik yang akan dihempaskan ke tempat pengolahan. Musim semi yang menakjubkan hati pun telah kulalui begitu saja , walaupun goresan itu masih jelas melakat dalam sanubari, hidup akan tetap berjalan. Kehidupan memang tidaklah semudah kata yang terucap di lisan tetapi kehidupan yang keras juga mengajarkan untuk tetap bergerak agar roda kehidupan tetap berputar. Bumbu manis kehidupan memang pernah kurasakan, tetapi serpihan pahit itu selalu ada mengiringinya. Tamparan demi tamparan telah membekas dalam diri ini dan semua pelajaran pahit itu akan mengantarkanku pada satu titik. Titik dimana semua masa suram telah berlalu dan berganti dengan masa yang baru dengan lembaran putih. Semua desah kesedihan dan awan abu-abu akan hilang seiring dengan bergulirnya sang waktu.
          Mayoritas manusia mengatakan bahwa dicintai merupakan salah satu bumbu manis kehidupan. Tetapi, bagiku mencintai adalah hal yang membuat kita tetap memiliki sifat pengasif kepada sesama makhluk. Adil adalah sifat yang mengiringi kata "cinta". Keadilah dalam mencintai akan selalu kuterapkan kepada sesama makhluk ciptaan-Nya, karena cinta adalah bahasa verbal yang bermakna luas dan bukan terbatas secara dimensional. Manusia memang dikarunia akal dan hati untuk menjaga setiap perilakunya. Tetapi, dari sana manusia akan dinilai oleh orang lain secara dominaisi karunia yang diaplikasikan dalam kehidupan. Kombinasi seimbang antara keduanya akan mengantarkan ke kehidupan yang baik dan membaikkan sesama. Bukan tugas kita untuk selalu membahagiakan orang lain, tetapi tugas kita adalah menjadi manusia yang baik dan dapat memberikan dampak baik bagi kehidupan orang lain. Jika harus membahagiakan semua orang maka kita tidak dapat bertahan di kurva kehidupan kita sendiri.
          Impian merupakan motor penggerak kehidupan dan api yang selalu menyala dalam sanubari. Cinta hanyalah milik-Nya dan tanpa karunia-Nya diri ini tidak akan dapat mencintai apa pun yang berada di muka bumi. Impian selalu membuat senyum bersinar di langit malam dan impian juga yang membuat sebuah jembatan menuju danau ketenangan kehidupan. Ketika impian dapat tercapai maka proses mencintai menuju pada fase datar yang mudah untuk dilalui walau dengan mata tertutup. Impian yang membuat orang mampu kehilangan mata untuk melihat, tangan untuk memegang, dan kaki untuk berjalan. Tetapi tidak dengan cinta kepada individu. Jika kedua hal tersebut sejalan maka kemurkaan-Nya akan datang karena engkau tidak menggunakan akalmu dengan baik.
        Proses mencintai menerapkan konsep berbagi kepada sesama, tetapi konsep dicintai menerapkan konsep menerima pemberian orang lain. Impian yang telah dimiliki akan mengantarkan pada kombinasi antara konsep menerima dna memberi, kombinasi tersebut merupakan konsep yang akan bertahan walaupun sang waktu telah berlalu begitu saja. Tidak pernah ada kata kekekalan untuk konsep memberi maupun menerima, tetapi dari ketidakkekekalan tersebut jika dijadikan menjadi satu kesatuan yang baku maka akan menghasilkan energi yang selalu terpancar sampai butir pasir terakhir di jam pasir. Hal itu yang menepiskan kata cinta pada individu saat impian yang telah ditancapkan belum dapat disentuh dengan tangan. Orang yang mendahulukan cinta sebelum impian maka cintanya hanyalah sebatas cinta biasa. Cinta yang umum dimiliki oleh semua yang ada di muka bumi. Tetapi, impian yang akan mengantarkan pada cinta yang berkelas dan hanya sebagian orang mendapatkannya. Hal itu bukan karena beberapa orang saja yang mengetahui kunci pamungkasnya, tetapi hanya sebagian orang yang mampu bertahan sampai di akhir perjuangannya.
          Kesepian dan kesunyian adalah kombinasi yang selalu membayangi langkah seorang yang berjuang demi impiannya. Akan tetapi, kombinasi tersebut akan masuk dalam limit mendekati angka 0 saat sang pejuang mampu menikmati setiap proses yang dilaluinya. Jikalau proses perjalanan selalu mendatangkan bayangan itu selalu yakin dalam sanubarimu bahwa impian yang selama ini diinginkan akan segera berada dalam genggaman dan engkau akan bertemu dengan cinta istimewa dari-Nya. Bukan kehidupan jika selalu diwarnai dengan kemudahan. Kemudahan merupakan fase datar dari fase tanjakan dan turunan dari setiap kesulitan yang telah dilalui dengan baik.
           Musim gugur akan disambut dengan musim dingin dan musin dingin akan disambut dengan musim semi. Ketika musim semi telah menyapa maka dikala itu impian telah berada dalam pangkuan dan sanubari akan bertemu cinta berkelas yang datang hanya dari sisi-Nya. Cinta itu selalu datang di saat yang tepat dan setiap hati selalu tahu dimana dia akan bermuara, walaupun banyak sungai bercabang yang telah dilalui. Akan tetapi, cinta itu akan lebih indah jika dia langsung menuju ke tempat dimana dia harus bermuara, tanpa harus singgah di tempat yang salah. Walaupun harus mengorbankan waktu yang lama, tetapi itulah yang terbaik di sisi-Nya.