Friday, July 19, 2013

SERIBU KAPAL DATANG DAN PERGI

                Hembusan angin pantai yang lembut, deruan ombak yang menenangkan sanubari, dentuman bunyi kapal yang silih berganti di pelabuhan ini. Pemandangan lalu lintas laut yang berlatar langit biru yang mempesonakan siapapun yang menatapnya. Pelabuhan yang tidak pernah sunyi, selalu ada yang hilir dan mudik seperti lalu lintas padat di perkotaan. Berbagai macam kapal ada di pelabuhan ini mulai dari kapal yang sederhana sampai kapal mewah. Semuanya terbungkus indah dengan pemandangan alam yang tidak seorang pun dapat menolaknya. Nahkoda kapal terdengar merayu para masyarakat domestik untuk pergi berlayar bersamanya dengan berbagai bujuk rayu. Namun yang aku lihat di sini tidak ada satupun kapal yang berlabuh dalam waktu yang cukup lama. Aku sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan mereka ingin segera berlayar ke tujuan mereka selanjutnya. Hanya satu yang terpikir dalam otakku ‘berarti pelabuhan ini bukanlah pelabuhan tujuan mereka’. Pulau ini sungguh indah dan mempesonakan hati bagi orang yang tinggal di dalamnya. Namun semua potensi ini tidak dapat dilihat oleh orang yang tidak punya ketulusan hati.
                Kapal yang berlayar ke pelabuhan ini bukanlah sembarang kapal, karena sebelum mereka menemukan pelabuhan ini mereka telah melewati banyak badai di lautan lepas. Pulau ini memang sunyi dan menawarkan ketenangan dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan masyarakat perkotaan. Mungkin karena jauh dari kehidupan perkotaanlah yang menyebabkan sampai saat ini tidak ada satupun kapal yang sanggup berlabuh dalam waktu yang lama di pulau ini. Pulau yang masih asri diwarnai dengan warna – warni alam yang tidak pernah didapatkan di pulau lain. Ketika aku tenggokkan kepalaku ke samping ternyata banyak kapal yang mencoba bertahan lama di pulau ini, berarti asumsiku salah. Akan tetapi, tidak satupun kapal yang mampu bertahan. Banyak tantangan yang akan mereka hadapi di pulau ini, mulai dari bencana alam sampai stress pribadi yang akan menghantui mereka. Alasan mereka tidak dapat bertahan adalah tidak tahannya mereka terhadap bencana alam yang tidak kunjung usai dan belum adanya kepastian bahwa kehidupan mereka akan sejahtera di sini.

                Ketidakpastianlah penyebab utama keputusasaan kapal-kapal itu. Padahal jika mereka mau bersabar mereka akan dapatkan hal yang lebih dari apa yang pernah mereka inginkan selama ini. Akan tetapi, dari lubuk sanubari aku pun juga tidak akan berdiam diri untuk selalu menjaga pulau yang elok ini dari para pendatang yang akan merusak. Bukankah hidup itu selalu berisi ketidakpastiaan kecuali kematian. Seharusnya mereka berpikir bagaiman cara melestarikan dan dapat hidup di pulau yang indah ini. Mungkin keegoaanlah yang membuat mereka menyerah. Ketika aku tundukkan kepalaku mengahadap pasir di pantai ini, aku berpikir hikmah dari kejadian yang telah aku amati. Semakin banyak kapal yang berlabuh di pelabuhan ini maka semakin banyak jejak yang ditinggalkan dan itu dapat memperkaya sejarah pelabuhan ini. Semakin banyak kapal yang meninggalkan pelabuhan berarti hanya kapal yang terbaik dari yang terbaiklah yang bertahan. Aku akan jaga pulau yang elok ini dengan sepenuh hati sampai datang sebuah kapal yang mampu berlabuh dan lulus segala ujian hidup yang ada di pulau ini. Tidak akan pernah pelabuhan ini sunyi, tetapi ketidakpastian selalu ada sampai saat yang tepat untuk memberikan suatu kepastian. Aku pun juga tidak tahu sampai kapan status ketidakpastiaan ini ada. Ombak yang selalu memberikan melodi indah pun juga tidak tahu kapan waktunya. Biarkan berjalannnya sang surya yang menjawabnya dan biarkan semua misteri Tuhan ini selalu tersimpan sampai saatnya Tuhan mengizinkan semuanya terbuka. Karena penantian akan misteri-Nya bukanlah suatu kesia-siaan belaka. 
KETERBATASAN
            Keterbatasan merupakan hal yang paling dibenci dan dihindari oleh setiap orang. Mereka mati-matian menutupi ketebatasannya dengan cara mereka masing-masing. Meskipun mereka sudah menutupi keterbatasannya tetap saja suatu saat nanti orang lain akan tahu tentang hal yang ditutupi tersebut. Manusia tidak hidup hanya dengan keterbatasannya tetapi juga kelebihannya. Jikalau berpikir positif sebenarnya kelebihan lebih banyak dari pada kekurangan. Akan tetapi sifat harfiah tamak dari manusia yang menyebabkannya lebih berpikir hal yang tidak dimiliki dari pada yang telah dimilik.
            Banyak jenis mengenai kekurangan baik fisik maupun mental. Akan tetapi, kebanyakan manusia terkonsentrasi pada kekurangan fisik, salah satu contohnya adalah kegemukan yang sangat menjadi momok bagi setiap wanita. Mayoritas wanita rela menghabiskan seluruh waktu,tenaga, dan uangnya untuk merawat diri. Bahkan mereka rela menyiksa diri demi mendapatkan penampilan fisik yang sempurna. Sungguh hal yang sangat ironis, karena mereka cenderung mengesampingkan kecantikan hati dan mendewakan kecantikan fisik semata. Memang pada hakikatnya seluruh anggota tubuh berhak memperoleh perlakuan istimewa dari kita tetapi itu tidak dianggap sebagai dewa atas segalanya.
            Kenyataan di atas terjadi pada para wanita yang belum terbuka pikirannya, bahwa wanita yang menarik adalah wanita yang cantik hatinya dan cantik di hadapan Allah. Seorang pria tidak akan tertarik pada wanita yang cantik fisiknya saja. Karena cantik fisik dapat hilang dimakan waktu dan bisa dibuat secara instant seperti mie instant. Sebaliknya seorang wanita tidak tertarik pada pria yang hanya rupawan tetapi tidak tampan hatinya. Jika ada seorang wanita yang suka akan pria seperti itu berarti dia hanya ingin mengumbar nafsunya dan menciptakan sensasi sesaat.
            Sebenarnya di balik kekurangan pasti ada hikmah istimewa yang terkandung di dalamnya. Jangan pernah lihat seseorang dari kekurangannnya. Jika kau melihat dari kekurangannya maka kau akan cenderung meremehkannya dan menganggapnya tidak ada gunanya. Padahal mungkin dia hebat pada suatu bidang yang kau belum tentu bisa melakukannya dengan baik. Akan tetapi, jika kau melihat seseorang dari kelebihannya maka kau akan lebih menghargai perbedaan dan mengaggapnya orang yang istimewa. Memang tidak mudah membudayakan berpikir seperti itu, tetapi apa salahnya mencoba untuk terus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
            Allah mencipkan manusia dengan keterbatasannya masing-masing sehingga mereka tidak sombong akan dirinya dan terus bersyukur atas kelebihan yang telah diberikan Allah padanya. Sehingga optimalkan yang kita miliki dan tidak selalu menuntut kesempurnaan. 


PERTAMA DAN TERAKHIR
            Sepanjang hari hujan turun dengan anggunnya dan sang surya menutup diri dengan selimut gelapnya, sehingga hari menjadi kelabu dan dikala itu bayangannya kembali menghampiriku yang telah lama mencoba melupakannya. Bayangan yang pernah mewarnai hidupku satu dasawarsa yang lalu. Diri ini serasa kembali berjalan di masa lampau dimana jiwa ini bukan menjadi milik siapa pun. Secara tiba-tiba bayangan ini mendekapku dengan penuh kehangatan sambil membisikkan bahwa dia masih menungguku. Sungguh sangat indah namun ketika itu aku terhentak dan sadar bahwa itu hanya halusinasi. Mungkin karena aku sangat merindukannya dan berharap ia selalu ada di sisiku.
            Tiba-tiba air mata menetes dan aku sadar bahwa ia telah tiada. Sungguh aku tidak bisa melupakannya, walaupun hanya sekali bertemu dengannya tetapi aku merasa telah lama mengenalnya. Sekarang aku sudah jauh dari tempat kelahirannku dan jauh dari tempat aku bertemu dengannya. Dada terasa sesak saat mengenang itu semua. Sosok yang tegar itu selalu membayangiku. Kemana pun aku pergi dia terasa ada, meskipun kenyatannya dia telah tiada. Jika aku boleh kembali ke masa yang lalu, aku hanya ingin melihatnya meskipun aku tidak bisa bertemu dengannya.
            Dialah yang dapat menerima segala kekuranganku dan hanya dia. Sejak saat itu pintu hati ini tertutup untuk orang lain karena hanya dia yang mempunyai kunci hati ini. Ketika datang ke pemakamannya hanya penyesalan yang menyelimuti hati ini. Penyesalan itu ada karena ketidaktahuan diri ini tentangnya. Dia hebat menyembunyikan penyakit yang lama bersarang di tubuhnya dan pada akhirnya dia pergi tanpa penjelasan apapun padaku. Hal yang lebih mengecewakan adalah tidak adanya kecurigaanku padanya sebulan sebelum dia tiada.
            Sulit memang untuk melupakannya dan bahkan mungkin tidak akan pernah aku melupakannya. Meskipun aku dan dia tidak punya hubungan apa pun tapi rasanya dia adalah setengah dari diriku. Dia yang mengajarkannku untuk menjadi lebih baik, menghibur dikala sedih dan selalu berusaha mengerti perasaanku. Sekarang semua telah menjadi kengan yang terkubur di dalam hatiku. Sehingga semua ceriaku, senyumku selama ini sejak dia pergi hanya sebuah kamuflase belaka. Karena hanya dia yang tahu cara membuatku bahagia.

            Tidak perlu menjadi orang lain di hadapannya karena dia akan berusaha untuk jadi yang sempurna dalam memperlakukanku. Diamnya menyimpan sejuta kejutan dan misteri tidak terduga. Ia pun pergi dengan semua misteri yang tetap tersimpan rapi. Pada masa lampau aku tidak bisa membalas semua kebaikan dan ketulusannya padaku, maka sekarang aku akan membalasnya dengan tidak akan melupakannya dan menghidupkannya di dalam hatiku. Karena sungguh aku sayang padanya tidak peduli sebelumnya dia sayang padaku ataupun tidak.            

Tuesday, July 16, 2013

AKU TERLALU ABU-ABU      
                Dirimu sempurna di mataku, bahkan sangat menyiksaku saat aku mengenangmu. Kau pernah goreskan tinta putihmu di hatiku, kau lah yang pernah menemani langkah kecilku, dan kau lah yang menggoreskan cahaya putih itu di pelangi ini. Semakin aku mengingat itu, semakin aku sedih. Sedih karena hanya bisa menatapmu lewat etalase hati kecilku. Aku tidak akan rela dikau kehingan sinarmu dan aku tidak rela menggoreskan luka dijiwamu. Hal yang akan aku lakukan hanya lah menodai kesucian hatimu jika aku tetap di sisimu. Memang aku mendambakanmu sejak mendengar buah bibir orang lain tentangmu, tapi aku tidak bisa. Saat aku tahu siapa sosok dirimu sebenarnya semakin membuatku ragu akan keinginanku sendiri. Sudah aku coba menghapus goresanmu dengan air hujan yang lebat, tetapi goresan itu tetap bersemayam di dalam dasar kalbuku.
                Senyum kecil ini selalu menghiasi wajahku saat aku memandangmu dari kejauhan. Tenang saja aku tidak akan mendekatimu lagi. Karena itu hanya akan menyakiti diriku sendiri. Ucapanmu padaku akan tetap terkenang selamanya. Meski sederhana tapi itu terasa indah. Dekat denganmu hanyalah fatamorgana yang hanya menimbulkan duri di dalam sanubari. Aku lebih rela membuatmu membenciku daripada membuatmu hancur saat bersamaku. Aku hanyalah mesin penghancur bagimu. Jujur aku mengagumimu di dalam lubuk hatiku, tapi aku tidak akan membiarkan seorang pun tahu akan rasaku padamu.
                Ketidaktahuanku padamu membuatku sedikit bernafas lega. Karena semakin kau menjadi hal yang aneh maka semakin mudah untukku membuka sangkar pelepasanku untukmu. Kau hanya tahu setitik embun dari diriku tapi kau terlalu ingin tahu danau yang tidak pernah disinggahi oleh siapapun ini. Bukannya aku tidak menginginkanmu tahu, tapi aku takut membuatmu hancur pada saat kau telah tahu semuanya. Mungkin di matamu aku seorang bidadari, tapi bukan aku hanya manusia biasa dan terlalu hitam untukmu yang sangat putih.
                Saat aku berkaca di sungai yang jernih dan melihatmu di sana juga maka hanya deraian air mata sebagai jawabannya. Sungguh bawa semua goresanmu pergi dariku bersama jiwamu. Aku tidak mau lebih tersakiti lagi untuk ke sekian kalinya denganmu. Akan tetapi, saat hujan mulai datang  memori itu teringat lagi dan lagi. Jangan pernah mintaku untuk jadi asimtotmu lagi, karena itu sangat menyakitiku. Sejak kepergihanmu aku merasa ada yang hilang dan aku tidak tahu apa itu.
                Kau adalah mimpiku tapi bukanlah impianku. Terima kasih kau telah meninggalkan jejak ini padaku dan aku juga tidak pernah berharap bisa sejajar denganmu. Aku akan jadi garis lurus di kehidupanku sendiri dan kau juga menjadi kurva parabola di duniamu sendiri. Suatu saat nanti kau akan berpotongan dengan garis singgung yang pantas buatmu, tetapi yang pasti bukan garis lurus itu. Aku akan terus berlalu, melihatmu dari sisi lain yang kau tidak akan pernah tahu dimana aku memandangmu. Karena aku malu saat memprlihatkan wujudku di hadapamu.
                Biarkan aku menjadi lilin kecil di malam yang kelam dan sunyi. Aku bahagia, melihat kau jadi cahaya terang di tengah pasar apung yang gelap. Bahkan melihat dua buah cahaya terang di pelupuk mataku. Aku ingin kau tetap terang seperti dulu, sebelum kehadiranku yang hanya menjadi pengusik bagimu. Semoga kau bahagia kelak bersama cahaya terang yang lain. Aku hanya akan berusaha untuk menjadi yang lebih baik dan tanpa berharap lebih dari sosokmu. Hal yang perlu kau tahu aku sayang padamu dan karena rasa sayang itu aku tidak akan rela seorang pun melukai bahkan menghancurkanmu. Aku yakin pada saatnya nanti kau akan tersenyum di samping cahaya lain yang pantas denganmu, bukan warna abu-abu ini. Doaku selalu ada untukmu, semoga kau tetap bahagia dan membenciku. Karena semakin kau membenciku maka semakin mudah kau meninggalkan semuanya dan menghapusku dari hidupmu. Bahagiaku melihatmu membenciku daripada melihatmu hancur di tanganku sendiri.
                Kau pantas bahagia, sebab kau sangat baik. Aku rela bercucuran air mata saat melihatmu bahagia daripada aku bercucuran air mata melihatmu hancur di hadapanku sendiri. Kau adalah mimpi indahku, tapi aku tidak layak menjadikanmu impianku. Semakin aku mengimpikanmu, maka akan semakin hancur diri ini. Hancur karena ambisi yang besar dan tidak adanya kemampuan untuk mewujudkannya. Biarlah aku menjadi sang pengelana di tengah rimba yang belum tentu seorang pun dapat hidup di dalamnya. Sampai kapan diri ini berkelana, akupun juga tidak pernah tahu. Hal yang pasti meninggalku bahagia, itu sudah mengurangi sebagian dari bebanku.

                Aku bukanlah danau kesejukan bagi dirimu. Aku hanyalah padang pasir bagimu jika kau ingin tahu siapa aku. Kaulah danau itu, bukan aku. Aku hanya angin yang membawa uap air dari danaumu dan bukan dariku kesejukan itu ada. Aku hanya fatamorgana kesejukan bagimu, sehingga jangan pernah berharap aku menerpamu untuk ke sekian kalinya. Mungkin aku dapat menjadi sebuah danau tapi bukan danau untukmu singgah wahai cahaya yang aku kagumi. Apapun yang terjadi, namamu tetap terukir di dasar lerung hatiku, meski kau tidak akan pernah tahu. 
 APA ARTI SAHABAT???
                Sahabat adalah orang yang dekat dengan kita mengerti kita dan peduli dengan kita. Akan tetapi, tidak selalu sepasang sahabat dapat menerapkan itu. Ada yang di sisi lain sangat perhatian dan sayang akan sahabatnya tetapi tidak berbalas alis tidak terjadi simbiosis mutualisme. Jahat memang tipe sahabat yang seperti ini, hanya melalui pesan dan tutur kata indah yang dirangkai olehnya saja lah terlihat sayang dan perhatian, tetapi di balik fatamorgananya dia hanya lah seperti teman kita saja.
            Memang kata bijak mengatakan bahwa jangan menuntut orang lain mengerrti kita tetapi kita yang harus mengerti orang lain. Sungguh ini adalah hal yang menyedihkan. Pernyataan tersebut memang benar tetapi apakah kita tidak berhak mendapatkan kasih sayangnya saat kita merasa terjatuh dan terasingkan di bumi yang lebar ini??? Sangat lah tidak adil, apa lagi jika kita telah berusaha untuk selalu ada untuknya di saat dia sedih meskipun kita sendiri tidak berada pada situasi yang tepat. Apakah itu arti dari seorang sahabat??? Jika jawabannya iya maka hapuskan saja status sahabat dan anggap semua adalah sama yaitu hanya sebatas teman.
            Tidak bisa dipungkiri jika kita hidup tidak hanya memiliki seorang sahabat, pastilah kita memiliki banyak sahabat yang selalu menemani kita. Akan tetapi, percaya lah bahwa dari sekian banyak sahabat yang kamu miliki hanya ada seorang sahabat yang benar-benar mendedikasikan dirinya menjadi sahabat seutuhnya untukmu atau bahkan tidak ada satu pun sahabatmu yang mempunyai kriteria seperti itu. Ada kalimat yang sangat menyayat hati untuk para sahabat yang kasih sayang dan perhatiannya bertepuk sebelah tangan “bahagiamu adalah bahagiaku dan begitulah sebaliknya, tetapi sedihku hanya untukku saja karena kamu ada hanya saat aku bahagia”.
            Pahit memang untuk menerima semua kenyataan tersebut tetapi itu lah yang terjadi. Sahabat yang paling baik adalah Tuhan yang menciptakan kita. Allah selalu ada untuk kita saat kita benar-benar terpuruk, Allah selalu mendengarkan keluh kesah kita, doa, dan rintihan kita tanpa mengeluh. Allah selalu memberikan yang kita butuhkan dan tidak memberikan apa yang kita inginkan karena Allah tahu apa yang terbaik untuk kita. Sungguh Allah adalah Mahaadil, tidak ada kata bertepuk sebelah tangan. Karena firman Allah dalam al quran dijelaskan bahwa saat kita mendekat pada-Nya maka Allah akan jauh lebih dekat lagi. Mendekatkan diri kepada-Nya tidak akan menimbulkan penyesalan dan kesia-siaan. Semua ini disebabkan Allah sangat sayang terhadap makhluk ciptaan-Nya.
            Sehingga saat kita benar-benar terjatuh dan semua  makhluk di dunia ini menjauh dari kita, jangan takut sendirian karena Allah sangat lah dekat bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Jadi saat melakukan apapun berusahalah untuk selalu dekat dengan-Nya. Karena hanya Dia lah yang selalu menemani kita disaat sedih maupun susah. Tempatkan Allah menjadi urutan pertama di semua aaaspek kehidupan. Hanya karena izin dan ridho-Nya kita dapat menikmati surga yang telah dijanjikan oleh-Nya kelak saat hari kiamat datang dan menyelamatkan kita dari kenistaan serta penderitaan di dalam neraka. Sebab sekeras apapun ibadah seseorang tanpa keridhoaan Allah maka ibadahnya hanya tama di semua aaaspek kehidupan. Hanya karena izin dan ridho-Nya kita dapat menikmati surga yang telah dijanjikan oleh-Nya kelak saat hari kiamat datang dan menyelamatkan kita dari kenistaan serta penderitaan di dalam neraka. Sebab sekeras apapun ibadah seseorang tanpa keridhoaan Allah maka ibadahnya hanya terhitung sia-sia dan hanya menimbulkan kelelahan.  
            Jadi selalu tempatkan Allah menjadi tujuan hidupmu karena sesungguhnya hidup kita hanya untuk beribadah kepada-Nya. Jangan pedulikan cercaan orang yang tidak bertanggung jawab atas amanah Allah yang dititipkan kepadanya. Karena selama kamu berjalan lurus di jalan yang diajarkan-Nya dan mengikuti kata hati nurani maka apa yang kamu lakukan adalah benar. Percaya lah orang-orang bermulut binatang itu diturunkan untuk mengujimu dan selalu membuatmu dekat Sang Penciptamu. Hidup itu hanya sebentar maka pergunakan lah waktumu sebaik mungkin sebelum Allah memanggilmu untuk menemui-Nya dan menuju ke kehidupan yang sesungguhnya yaitu kehidupan yang abadi.
            Jangan merasa sangat kecil saat kamu terpuruk dan sendirian. Meskipun kamu tidak memiliki sahabat yang mendedikasikan dirinya menjadi sahabat yang baik, masih ada Allah yang selalu ada dan paling mengerti apa yang kita rasakan melebihi siapa pun itu. Maka hadirkan lah Allah selalu disetiap langkahmu dan jangan berharap sahabatmu yang terbaik adalah yang paling mengerti apa yang sedang kamu rasakan.

&3n+!Regard

HARDIANTI MUTHIA ACHAS
KETIDAKPASTIAN
            Kehidupan adalah misteri yang tidak seorang pun tahu akhir dan awalnya. Anugerah terindah yang diberikan Allah pada setiap manusia ini begitu membingungkan serta banyak kejutan yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Cinta dan kasih sayang merupakan pemanis untuk memberi rasa berbeda dikehidupan yang hanya sebentar ini. Itulah yang sekarang saya rasakan, hanya kebingungan yang tengah menyelimuti hati. Saat tiga tahun yang lalu Allah mempertemukanku dengannya dan aku pun tidak pernah menyangka dapat menjalin persahabatan dengannya cukup lama tanpa adanya pertemuan dengannya dan hanya sekali itu aku berjumpa dengannya. Semakin yang membuat aku bingung adalah mengapa dia sangat terbuka padaku tentang semua hal menngenainya, padahal aku dan dia hanya bersahabat. Ketika diri ini mencoba untuk bercerita dengan sahabatku yang lain, mereka mengatakan bahwa mungkin si dia berharap lebih dari diriku dan tidak mau membuat aku melanggar komitmenku sebelumnya. Komitmen yang membuatku tetap bertahan hingga saat ini dan dia pun juga tahu mengenai itu. Terlebih sahabatku tercinta dari Medan memberitahukanku bahwa si dia sudah merasa nyaman dan cocok dengan diriku, bahkan dia ingin untuk menyatakan hasratnya padaku di saat yang tepat suatu hari nanti, tanpa melanggar komitmenku. Aku pun tidak tahu apa yang ia rasakan tentang kehadiranku di kehidupannya. Sungguh bukan hal yang mudah untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Belum lagi sahabatku mengatakan kepadaku agar tegas kepadanya, sehingga dia tidak kecewa padaku suatu hari nanti. Sejenak aku renungi ucapan sahabatku tersebut, dalam hati kecilku aku hanya ingin menjadi sahabat yang baik dan tidak lebih dari itu.
            Kebinggungan ini semakin bertambah dengan hadirnya orang baru di dalam kehidupanku. Tetapi sebenarnya dia adalah orang di masa lalu tapi Allah belum mengizinkan diri ini bertemu dengannya pada masa lalu. Perkenalanku dengannya dimulai saat dia menghubungiku dari nomor yang ada di buku kenangan SMA. Jujur aku sangat kagum akan kepribadiaannya dan aku telah tahu kepribadiaannya sebelum ia kenal denganku. Karena dia masih punya kerabat dengan sahabat teman sekamarku selama tiga tahun sehingga sahabatku itu sudah banyak cerita mengenai dia pada diriku. Senang rasanya bisa kenal dengannya seseorang yang punya kepribadiaan yang baik dan luar biasa seperti dia. Tapi kebingungan ini tiba-tiba muncul lagi saat dia menyatakan bahwa dengan menjalin  komunikasi denganku membuat hatinya tenang dan damai. Baru-baru ini dia mengajakku untuk bertemu hanya dengan dia. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan, disisi lain aku kagum padanya tetapi aku punya komitmen dan dia pun juga sebenarnya juga sudah tahu mengenai komitmenku itu.
            Relife kehidupan yang dinamis serta tidak bisa ditebak apa yang akan terjadi. Hal ini ditambah dengan adanya pernyataan dari sahabatku yang hanya bertemu sekali itu bahwa ia cemburu dan khawatir denganku. Aku tidak tahu apa maksudnya pernyataan itu ditujukan padaku. Sedangkan orang yang baru muncul juga menyatakan bahwa dia gelisah dan resah tentang aku. Sekali lagi aku pun terdiam. Diri ini tidak tahu apa maksud yang ingin disampaikan oleh kedua sosok yang muncul secara tiba-tiba itu. Ada satu pertanyaan yang menyelimuti sanubari ini yaitu apakah diri ini terlalu polos ataupun terlalu konsisten dengan komitmenku. Jika jawabannya aku terlalu konsisiten rasanya lega. Karena dengan komitmenku yang membuatku tegar dan tetap bertahan hingga saat ini. Secara tidak saya sadari diri ini memilih untuk menikmati semua nikmat yang telah diturukan Allah padaku serta mengesampingkan permasalahan kebingungan yang telah menyelimuti sanubari. Sungguh indah segala nikmat dari-Nya. Hal ini yang mampu membuatku tetap bahagia dengan keterbatasan dan kesederhanaan yang tengah aku jalani sekarang.   
Hal yang membuatku terperanjat lagi adalah dengan adanya dua sosok manusia tadi membuatku secara tiba-tiba teringat akan masa lalu, saat beberapa sosok laki-laki yang dulu waktu semasa sekolah pernah menaruh hati padaku. Sangat beruntung diri ini, banyak orang yang nyaman dengan kehadiranku. Tapi mungkin yang membuat mereka kecewa adalah sampai detik ini aku belum pernah yang namanya jatuh cinta. Allah itu Maha Adil, jika sampai sekarang saya sudah pernah jatuh cinta dengan seseorang mungkin saya tidak akan bisa melupakannya untuk semua alasan. Ya Allah saya hanya ingin menjadi hamba-Mu yang mampu bermanfaat untuk orang lain sehingga antara kehadiran dan keetidakhadiraanku mempunyai makna yang berbeda tetapi bukan untuk melukai sesama hamba-Mu. Jikalau Engkau telah memanggilku sebelum Engkau pertemukanku dengan sang belahan jiwa yang telah Engkau gariskan untukku aku rela. Kebahagiaanku yang hakiki adalah menjadi hamba yang memenuhi tugas awal penciptaanku dan bisa bermanfaat bagi sesama. Karena bagiku Engkaulah satu-satunya yang pantas dicintai melebihi apapun yang ada. Pada hakikatnya aku hidup di bumi hanya sementara sebelum aku menemuimu ya Allah. Sungguh sebenarnya saya sangat merindu akan Engkau ya Allah. Sesungguhnya saya tidak pernah merisaukan siapa yang akan mendampingiku nantinya. Karena saya tahu Engkau akan memberikanku sang belahan jiwa ini yang terbaik dan akan mempertemukanku dengannya pada waktu yang sangat tepat dan indah suatu hari ini. Aku percaya dan yakin akan hal itu, Allah adalah sang Maha Kuasa dan Penyayang kepada setiap makhluknya.


KISAH CINTAKU
Cinta adalah pemotivasi dan pemicu untuk mau melakukan hal yang biasanya dianggap tidak mungkin menjadi mungkin. Cinta menawarkan kebahagiaan bagi orang yang mengalaminya dengan konsekuensi adanya cemburu yang tidak beralasan dan tidak rasional. Cinta memang tidak logis dan rasional. Cinta mampu membuat orang menjadi gila dan diluar batas sadarnya. Allah karuniakan cinta kepada setiap makhluknya baik untuk cinta kepada-Nya maupun cinta kepada makhluknya. Memang indah apa yang disebut cinta. Setiap orang punya cinta yang terkadang terdapat persaingan di dalamnnya untuk mendapatkan balasan yang sama atas apa yang telah dikorbankannya. Akan tetapi tidak semua terjadi seperti harapan dan keinginan orang yang sedang jatuh cinta. Ada yang cintanya berbalasa dan ada yang menelan kekecewaan karena cinta. Cinta memang sulit dipahami, datang tanpa memandang dan hilang bagai badai. Tapi banyak yang mengartikan cinta hanya secara dangkal, tanpa memahami harfiah dari sebuah ketulusan cinta. Suka bukanlah cinta tetapi pernayataan kekaguman belaka. Cinta bukan karena fisik, harta, maupun keelokan yang bukan pada tempatnya. Akan tetapi, cinta itu karena hati. Saat telah memahami ketulusan cinta dalam hati maka itulah cinta yang diturunkan Allah pada hamban-Nya. Seorang hamba hanya punya satu cinta untuk sesamannya yang akan mengantarkannya memenuhi perintah Rasulallah. Ketika seorang hamba bersi keras menemukan cintanya maka cinta itu akan semakin tersembunyi. Sehingga janganlah menuntut untuk secepatnya dipertemukan oleh sang belahan jiwa. Karena bukan jiwa ini yang menemukan cinta, tetapi cinta yang menemukan jiwa ini atas izin dan karunia-Nya.
Hanya kata maaf yang mungkin dapat jiwa ini katakan saat melihat banyak hati harus tersayat tipis. Bukan karena jiwa ini jahat dan tidak menghargai cinta kalian tetapi jiwa ini tidak mau salah masuk ke cinta yang bukan sebenarnya milik jiwa ini. Sesungguhnya selama ini saya telah tahu apa mau dan maksud kalian tetapi saya tidak mau salah masuk ke hati yang bukan belahan jiwa yang digariskan Allah padaku. Saya bahagia melihat kalian bisa bahagia dengan orang lain selain saya. Karena mungkin itu jalan terbaik untuk kalian. Jiwa ini hanya mampu mendoakan kalian agar kalian bahagia dengan pasangan jiwa kalian masing-masing agar dapat menutup luka yang pernah tersayat. Biarkan diri ini sendiri karena saya tidak mencari cinta tetapi takdir Allah lah yang nantinya akan mempertemukan saya dengan sang belahan jiwa.
Jikalau sekarang kalian belum bisa menggantikan rasa itu, saya berdoa agar kalian dipertemukan dengan orang yang lebih baik daripadaku. Karena saya bukanlah yang terbaik untuk kalian. Beruntung rasanya bisa merasakan perasaan kalian padaku. Saya hanya hamba-Nya yang berserah diri dan tidak punya kuasa apapun atas perasaan kalian padaku. Bahagia memang rasanya melihat kalian bahagia tetapi saya tidak suka kalian bahagia dengan mengorbankan orang lain untuk terluka dan menggantikan posisi kalian sebelumnya.
Kalian unik dan punya karisma tersendiri, tetapi saya hanya mampu menilai bukan untuk menerima. Saya masih suka sendiri dan menikmati segala anugerah dari Allah. Jangan pernah memaksa karena pemaksaan itu adalah ciri ketidaksabaran dan ketulusan yang berarti mengindikasikan bahwa itu semua bukanlah harfiah dari sebuah cinta. Cinta tidak lain adalah sebuah ketulusan, yang mampu menerima kekurangan tanpa mellihat kelebihan dan mampu membuat sang pasangan belahan jiwa lebih mendalami harfiah dari penciptaannya. Cinta adalah kesucian yang pantas dan wajib dijaga kesuciaannya. Sehingga cinta bukan alasan terjadinya maksiat yang menyesatkan dan membuat belahan jiwa jauh dari Allah Yang Maha Kuasa. Cinta merupakan anugrah yang indah dari-Nya jika telah menemukan apa yang dinamakan harfiah cinta yang sesungguhnya.