PERTAMA
DAN TERAKHIR
Sepanjang hari hujan turun dengan
anggunnya dan sang surya menutup diri dengan selimut gelapnya, sehingga hari
menjadi kelabu dan dikala itu bayangannya kembali menghampiriku yang telah lama
mencoba melupakannya. Bayangan yang pernah mewarnai hidupku satu dasawarsa yang
lalu. Diri ini serasa kembali berjalan di masa lampau dimana jiwa ini bukan
menjadi milik siapa pun. Secara tiba-tiba bayangan ini mendekapku dengan penuh
kehangatan sambil membisikkan bahwa dia masih menungguku. Sungguh sangat indah
namun ketika itu aku terhentak dan sadar bahwa itu hanya halusinasi. Mungkin
karena aku sangat merindukannya dan berharap ia selalu ada di sisiku.
Tiba-tiba
air mata menetes dan aku sadar bahwa ia telah tiada. Sungguh aku tidak bisa
melupakannya, walaupun hanya sekali bertemu dengannya tetapi aku merasa telah
lama mengenalnya. Sekarang aku sudah jauh dari tempat kelahirannku dan jauh
dari tempat aku bertemu dengannya. Dada terasa sesak saat mengenang itu semua.
Sosok yang tegar itu selalu membayangiku. Kemana pun aku pergi dia terasa ada,
meskipun kenyatannya dia telah tiada. Jika aku boleh kembali ke masa yang lalu,
aku hanya ingin melihatnya meskipun aku tidak bisa bertemu dengannya.
Dialah
yang dapat menerima segala kekuranganku dan hanya dia. Sejak saat itu pintu
hati ini tertutup untuk orang lain karena hanya dia yang mempunyai kunci hati
ini. Ketika datang ke pemakamannya hanya penyesalan yang menyelimuti hati ini. Penyesalan
itu ada karena ketidaktahuan diri ini tentangnya. Dia hebat menyembunyikan
penyakit yang lama bersarang di tubuhnya dan pada akhirnya dia pergi tanpa
penjelasan apapun padaku. Hal yang lebih mengecewakan adalah tidak adanya
kecurigaanku padanya sebulan sebelum dia tiada.
Sulit
memang untuk melupakannya dan bahkan mungkin tidak akan pernah aku
melupakannya. Meskipun aku dan dia tidak punya hubungan apa pun tapi rasanya
dia adalah setengah dari diriku. Dia yang mengajarkannku untuk menjadi lebih
baik, menghibur dikala sedih dan selalu berusaha mengerti perasaanku. Sekarang
semua telah menjadi kengan yang terkubur di dalam hatiku. Sehingga semua
ceriaku, senyumku selama ini sejak dia pergi hanya sebuah kamuflase belaka.
Karena hanya dia yang tahu cara membuatku bahagia.
Tidak
perlu menjadi orang lain di hadapannya karena dia akan berusaha untuk jadi yang
sempurna dalam memperlakukanku. Diamnya menyimpan sejuta kejutan dan misteri
tidak terduga. Ia pun pergi dengan semua misteri yang tetap tersimpan rapi.
Pada masa lampau aku tidak bisa membalas semua kebaikan dan ketulusannya
padaku, maka sekarang aku akan membalasnya dengan tidak akan melupakannya dan
menghidupkannya di dalam hatiku. Karena sungguh aku sayang padanya tidak peduli
sebelumnya dia sayang padaku ataupun tidak.
Ini artikel yang paling aku suka, tentang sebuah ketulusan.. ketulusan yang datang dari hati, akan selalu kembali ke hati. ;)
ReplyDeletemaaf ya aku baru menemukan soulku ketika menulis ini dan memang cerita ini berdasarkan cerita nyata.
Delete