Friday, July 19, 2013

PERTAMA DAN TERAKHIR
            Sepanjang hari hujan turun dengan anggunnya dan sang surya menutup diri dengan selimut gelapnya, sehingga hari menjadi kelabu dan dikala itu bayangannya kembali menghampiriku yang telah lama mencoba melupakannya. Bayangan yang pernah mewarnai hidupku satu dasawarsa yang lalu. Diri ini serasa kembali berjalan di masa lampau dimana jiwa ini bukan menjadi milik siapa pun. Secara tiba-tiba bayangan ini mendekapku dengan penuh kehangatan sambil membisikkan bahwa dia masih menungguku. Sungguh sangat indah namun ketika itu aku terhentak dan sadar bahwa itu hanya halusinasi. Mungkin karena aku sangat merindukannya dan berharap ia selalu ada di sisiku.
            Tiba-tiba air mata menetes dan aku sadar bahwa ia telah tiada. Sungguh aku tidak bisa melupakannya, walaupun hanya sekali bertemu dengannya tetapi aku merasa telah lama mengenalnya. Sekarang aku sudah jauh dari tempat kelahirannku dan jauh dari tempat aku bertemu dengannya. Dada terasa sesak saat mengenang itu semua. Sosok yang tegar itu selalu membayangiku. Kemana pun aku pergi dia terasa ada, meskipun kenyatannya dia telah tiada. Jika aku boleh kembali ke masa yang lalu, aku hanya ingin melihatnya meskipun aku tidak bisa bertemu dengannya.
            Dialah yang dapat menerima segala kekuranganku dan hanya dia. Sejak saat itu pintu hati ini tertutup untuk orang lain karena hanya dia yang mempunyai kunci hati ini. Ketika datang ke pemakamannya hanya penyesalan yang menyelimuti hati ini. Penyesalan itu ada karena ketidaktahuan diri ini tentangnya. Dia hebat menyembunyikan penyakit yang lama bersarang di tubuhnya dan pada akhirnya dia pergi tanpa penjelasan apapun padaku. Hal yang lebih mengecewakan adalah tidak adanya kecurigaanku padanya sebulan sebelum dia tiada.
            Sulit memang untuk melupakannya dan bahkan mungkin tidak akan pernah aku melupakannya. Meskipun aku dan dia tidak punya hubungan apa pun tapi rasanya dia adalah setengah dari diriku. Dia yang mengajarkannku untuk menjadi lebih baik, menghibur dikala sedih dan selalu berusaha mengerti perasaanku. Sekarang semua telah menjadi kengan yang terkubur di dalam hatiku. Sehingga semua ceriaku, senyumku selama ini sejak dia pergi hanya sebuah kamuflase belaka. Karena hanya dia yang tahu cara membuatku bahagia.

            Tidak perlu menjadi orang lain di hadapannya karena dia akan berusaha untuk jadi yang sempurna dalam memperlakukanku. Diamnya menyimpan sejuta kejutan dan misteri tidak terduga. Ia pun pergi dengan semua misteri yang tetap tersimpan rapi. Pada masa lampau aku tidak bisa membalas semua kebaikan dan ketulusannya padaku, maka sekarang aku akan membalasnya dengan tidak akan melupakannya dan menghidupkannya di dalam hatiku. Karena sungguh aku sayang padanya tidak peduli sebelumnya dia sayang padaku ataupun tidak.            

2 comments:

  1. Ini artikel yang paling aku suka, tentang sebuah ketulusan.. ketulusan yang datang dari hati, akan selalu kembali ke hati. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf ya aku baru menemukan soulku ketika menulis ini dan memang cerita ini berdasarkan cerita nyata.

      Delete