Wednesday, July 2, 2014

API YANG TIDAK AKAN PADAM
            Semangat, ambisi, dan impian merupakan hal yang menjadi penyemangat jiwa sang petualang kehidupan, selalu menatap semuanya dengan senyuman. Selalu ceria dalam menjalani semua hal yang menyapa dalam kehidupan yang seingkat ini. Semangat yang berkobar dalam jiwanya mengalahkan seluruh hal yang mampu menyayat dirinya, sehingga kehidupan dia bagaikan sang pemulung yang tidak pernah mengenal kata lelah dalam mencari untuk menyambung kehidupannya di hari esok.
            Keceriaan selalu tampak di wajah turus yang tampak lelah dalam menjalani kehidupan. Senyum itu kekal tersungging di kanvas putih wajah yang selalu bersinar terang. Partikel kecil yang terdapat dalam tubuhnya tidak dapat memahami apa yang dilakukannya dalam menghadapi kehidupan ini. Partikel itu semakin membesar dan ikut hidup serta berkembang dalam badannya. Badan turus yang selalu bersemangat dalam menghadapi seluruh peristiwa di muka bumi ini. Raga turus yang tumbuh menjadi seorang yang dewasa tidak menyadari apa yang sebenarnya tumbuh dalam badannya. Semua berkembang sampai titik yang menyebabkan semua tabir terbuka lebar. Tabir identitas partikel yang ikut tumbuh dalam ragamnya telah menguak seluruh misteri yang terpendam selama ini. Misteri yang membuat seluruh siang dan malam habis untuk mempikirkan apa identitas diri dari partikel itu.
            Hujan mengalir deras melalui seluruh mata yang menatap dan mengetahui identitas partikel yang tersembunyi tersebut. Walaupun hujan mengalir dengan derasnya, masih tersisa percikan api yang mampu membakar seluruh jiwa yang mengenali identitas pasti dari sang pemilik raga turus itu. Api yang tidak akan lekang dimakan oleh waktu yang terus berjalan tanpa memperdulikan apapun yang terjadi di muka bumi ini. Penyesalah adalah dampak dari semua keegoisan diri yang selalu mengabaikan pertumbuhan partikel yang bersarang di tubuh. Partikel itu tidak pernah menyatakan bahwa dirinya akan menganggu dan meluluhlantakkan semuanya.
            Senyum yang selalu terkembang di atas kanvas putih itu selalu mengingatkan akan bintang yang selalu bersinar di tengah kegelapan malam. Bintang yang tidak pernah lelah mengunjungi kegelapan malam dan tidak peduli ada atau tidaknya bintang lain di sekelilingnya. Bintang kecil yang berada di langit yang selalu bersinar terang dan selalu menghiasi indahnya kegelapan malam. Semua yang terjadi adalah kehendak dan karunia-Nya. Mutiara kehidupan yang terindah tersimpan dalam setiap hal yang bergulir dalam kehidupan.
            Api yang selalu menggelora adalah jiwa dari raga yang selalu bersemangat untuk meraih impian. Parikel itu hanyalah ujian kehidupan yang menjadi warna untuk menambah goresan kanvas putih kehidupan. Warna merupakan hal yang mampu menambah keindahan. Tetapi warna dapat dihilangkan dengan penghapus warna. Semua yang tergoreskan pasti memliki penghapus. Hal yang perlu dicari adalah identitas penghapus yang mampu menghapus warna yang tergoreskan di atas kanvas putih. Pencarian sang penghapus warna merupakan salah satu bagian dari proses pendewasaan dan penumbuhan kearifan dalam menjalani kehidupan. Proses pencarian memang tidak semudah air yang berpindah di atas daun kelor. Semua butuh proses, dan semua yang melewati proses dengan baik akan memperoleh hasil yang terbaik. Sepasang mata memandang cermin kehidupan yang dialami dan terlihat sebaris kata yang berbunyi “ini bukanlah akhir dari segalanya, tetapi ini merupakan awal dari segalanya”. Api harus tetap dijaga agar raga dapat terus hidup di tengah kehidupan yang dinamis dan dinamika yang berada di dalamnya.

Buah Karya: Hardianti Muthia Achas ( 2 Juli 2014) 

No comments:

Post a Comment