SEPASANG SANDAL JEPIT
Mentari pagi tersenyum dengan riang
menyambut kicauan burung kecil yang berterbangan di atas dedahunan hijau.
Sejuknya udara pagi meniupkan semangat kehidupan. Sisi bukit menjadi saksi
terbitnya sang mentari dan perjalanan panjang yang dilalui oleh seorang anak
manusia untuk mencapai impiannya. Tatapan lurus menuju ujung bukit yang lain
mengingatkan kenangan manis yang membuat sukma tersenyum di pagi yang cerah.
Semua berawal dari masa biru putih, masa dimana hanya nama yang tersimpan baik
dalam memory. Hembusan angin pagi semakin mengantarkan kejadian masa biru putih
terulang kembali. Senyum kecil tersungging di atas kanvas putih atas apa yang
pernah tergores untuk masa itu.
Masa biru putih berganti menjadi
masa putih abu-abu dan disinilah semua alunan melodi dimulai. Semua yang
terjadi merupakan kehendak-Nya dan tidak ada satu pun insan yang dapat
menyangkalnya, berawal dari sebaris nama menjadi rangkaian melodi indah yang
dapat diputar kapan pun dan dimana pun. Semua terasa indah untuk untaian ikatan
yang terjalin, walaupun dihiasi oleh manik-manik yang beraneka macam, semua
tetaplah indah. Perbedaan bukanlah suatu penghalang dalam hubungan yang dekat,
hubungan yang berawal hanya dari sebaris nama.
Pondasi kebahagiaan tersusun dari
susah dan senanga yang dijalani dengan ketulusan, keterbukaan, kelapangan hati,
dan kejujuran. Pondasi kuat sudah terbentuk dari terpaan banyak hal penguji
yang ditemui selama perjalanan yang dilewati bersama. Derak canda dan tawa
menyertai langkah yang diambil, tangis pun ikut menggoreskan lirik baru dalam
melodi yang tercipta. Pondasi ini sudah bermetamorfosa menjadi sepasang sandal
jepit yang memiliki kesamaan dalam sebuah perbedaan. Perbedaan bukanlah jurang
pembatas dari sebuah pondasi yang terbuat, tetapi perbedaanaan adalah pasak
dari sebuah pondasi yang selalu menguatkan titik yang lemah agar tetap berdiri
kokoh.
Perbedaan adalah karunia yang indah
dan menjadi sentuhan melodi yang menyejukkan hati. Semua terasa hampa saat
salah satu partikel penting penyusun melodi terpisah. Ada sesuatu yang hilang,
itulah makna dari sepasang sandal jepit. Sepasang yang bermakna saling
menyempurnakan satu sama lain dan tidak memandang seperti apa pasangan yang
dimilikinya. Semua dilakukan berdasarkan ketulusan hati.
Mentari semakin terik menyinari bumi
dan membawa udara panas ke atas bukit nan hijau. Mentari itu mengingatkan akan
impian yang dimiliki. Impian yang bersifat privasi untuk setiap insan, begitu
pula untuk sepasang sandal jepit. Walaupun mereka dipakai secara sepasang,
sebagian dari mereka memiliki impian yang berbeda dari sebagian yang lain. Meskipun
impian yang dimiliki berbeda tidak akan menciptakan lubang pembunuh diantara
keduanya karena keduanya sudah terikat dalam satu ikatan, ikatan yang sudah terbentuk
untuk waktu yang cukup lama.
Impian yang mengantarkan sebagian
dari sandal jepit menuju peradaban yang didambakan. Sepasang sandal jepit akan
selalu bersama, walaupun sang waktu dan jarak tidak mengizinkan mereka untuk
selalu bersama secara nyata. Kebersamaan tidak hanya sebatas fisik tetapi
ikatan sukma lebih kuat dari ikatan hanya sebatas fisik. Sepasang sandal jepit
yang terpisah akan selalu mencari pasangannya. Karena semua yang berpasangan
akan selalu berakhir dengan berpasangan. Secarik kertas di atas meja bermotif
kuno bertuliskan dua buah kata yang penuh makna. Kata tersebut berbunyi “terima
kasih”. Semua alunan melodi yang tercipta dapat diputar dan selalu dapat
menciptakan goresan senyum yang mengembang seiring dengan alunan melodi yang diputar.
Buah Pena:
Hardianti Muthia Achas ( 2 Juli 2014 )
No comments:
Post a Comment