Tuesday, July 1, 2014

SEPASANG SANDAL JEPIT
            Mentari pagi tersenyum dengan riang menyambut kicauan burung kecil yang berterbangan di atas dedahunan hijau. Sejuknya udara pagi meniupkan semangat kehidupan. Sisi bukit menjadi saksi terbitnya sang mentari dan perjalanan panjang yang dilalui oleh seorang anak manusia untuk mencapai impiannya. Tatapan lurus menuju ujung bukit yang lain mengingatkan kenangan manis yang membuat sukma tersenyum di pagi yang cerah. Semua berawal dari masa biru putih, masa dimana hanya nama yang tersimpan baik dalam memory. Hembusan angin pagi semakin mengantarkan kejadian masa biru putih terulang kembali. Senyum kecil tersungging di atas kanvas putih atas apa yang pernah tergores untuk masa itu.
            Masa biru putih berganti menjadi masa putih abu-abu dan disinilah semua alunan melodi dimulai. Semua yang terjadi merupakan kehendak-Nya dan tidak ada satu pun insan yang dapat menyangkalnya, berawal dari sebaris nama menjadi rangkaian melodi indah yang dapat diputar kapan pun dan dimana pun. Semua terasa indah untuk untaian ikatan yang terjalin, walaupun dihiasi oleh manik-manik yang beraneka macam, semua tetaplah indah. Perbedaan bukanlah suatu penghalang dalam hubungan yang dekat, hubungan yang berawal hanya dari sebaris nama.
            Pondasi kebahagiaan tersusun dari susah dan senanga yang dijalani dengan ketulusan, keterbukaan, kelapangan hati, dan kejujuran. Pondasi kuat sudah terbentuk dari terpaan banyak hal penguji yang ditemui selama perjalanan yang dilewati bersama. Derak canda dan tawa menyertai langkah yang diambil, tangis pun ikut menggoreskan lirik baru dalam melodi yang tercipta. Pondasi ini sudah bermetamorfosa menjadi sepasang sandal jepit yang memiliki kesamaan dalam sebuah perbedaan. Perbedaan bukanlah jurang pembatas dari sebuah pondasi yang terbuat, tetapi perbedaanaan adalah pasak dari sebuah pondasi yang selalu menguatkan titik yang lemah agar tetap berdiri kokoh.
            Perbedaan adalah karunia yang indah dan menjadi sentuhan melodi yang menyejukkan hati. Semua terasa hampa saat salah satu partikel penting penyusun melodi terpisah. Ada sesuatu yang hilang, itulah makna dari sepasang sandal jepit. Sepasang yang bermakna saling menyempurnakan satu sama lain dan tidak memandang seperti apa pasangan yang dimilikinya. Semua dilakukan berdasarkan ketulusan hati.
            Mentari semakin terik menyinari bumi dan membawa udara panas ke atas bukit nan hijau. Mentari itu mengingatkan akan impian yang dimiliki. Impian yang bersifat privasi untuk setiap insan, begitu pula untuk sepasang sandal jepit. Walaupun mereka dipakai secara sepasang, sebagian dari mereka memiliki impian yang berbeda dari sebagian yang lain. Meskipun impian yang dimiliki berbeda tidak akan menciptakan lubang pembunuh diantara keduanya karena keduanya sudah terikat dalam satu ikatan, ikatan yang sudah terbentuk untuk waktu yang cukup lama.
            Impian yang mengantarkan sebagian dari sandal jepit menuju peradaban yang didambakan. Sepasang sandal jepit akan selalu bersama, walaupun sang waktu dan jarak tidak mengizinkan mereka untuk selalu bersama secara nyata. Kebersamaan tidak hanya sebatas fisik tetapi ikatan sukma lebih kuat dari ikatan hanya sebatas fisik. Sepasang sandal jepit yang terpisah akan selalu mencari pasangannya. Karena semua yang berpasangan akan selalu berakhir dengan berpasangan. Secarik kertas di atas meja bermotif kuno bertuliskan dua buah kata yang penuh makna. Kata tersebut berbunyi “terima kasih”. Semua alunan melodi yang tercipta dapat diputar dan selalu dapat menciptakan goresan senyum yang mengembang seiring dengan alunan melodi yang diputar.

Buah Pena: Hardianti Muthia Achas ( 2 Juli 2014 )

No comments:

Post a Comment