Saturday, July 5, 2014

SANG PENERBIT SENYUMAN

            Impian merupakan sebagian dari jiwa yang mengerakkan raga untuk tetap memiliki tunas di setiap mentari yang muncul. Impian seperti mawar yang indah dan dan harumnya menambah keindahan melodi kehidupan. Namun mawar punya duri yang akan melukai siapa pun yang mencoba untuk mendekatinya. Selalu ada sayatan untuk meraih keindahannya. Akan tetapi, semua terasa seperti fatamorgana dan morfin bagi jiwa ini. Semua berlalu begitu saja, tanpa adanya halangan dan sayatan yang berarti. Itu semua terjadi saat munculnya sosok istimewa di balik udara dingin yang lingkungan yang berkabut.
            Kehidupan selalu menguji kekeuatan insan untuk tetap bertahan di atas kokohnya prinsip dan komitmen kehidupan. Keseriusan menjalani kehidupan membuat seluruh syaraf lupa akan menikmati seluruh proses dalam kehidupan. Semua dilakukan untuk meraih impian yang terang di masa yang akan datang. Tidak jarang dalam proses menuju impian banyak terjadi isakan tangis dan kesedihan yang menggoreskan warna gelap dalam kehidupan.
            Kuas pelukis senyuman mampu menghapus warna gelap yang tergambar di atas canvass kehidupan. Sang pelukis selalu tahu cara terbaik untuk memperindah semua yang hancur dan selalu tahu kombinasi warna yang mampu mempesona sukma. Akan tetapi, goresan kuas sang pelukis terhenti ketika awan hitam mulai muncul di cakrawala. Awan yang mengantarkan pada masa lebih dari satu dasawarsa lalu. Masa dimana jiwa menemukan ketulusan akan kasih sayang tidak pernah sampai pada muara yang tepat.
            Awan semakin menghitam dan hujan deras menguyur permukaan bumi. Melodi kenangan mulai berputar dan menambah kesunyian hujan yang turun. Semua terdiam dan terhenti untuk sosok jiwa yang tulus lebih dari saru dasawarsa lalu. Dia menyembunyikan kunci rahasia yang tida pernah membuka kotak rahasia kehidupaannya demi menjaga kesucian jiwa dan ketenangan batin ini. Tetapi kunci itu diketahui setelah kepergiannya, kepergian yang tidak seorang pun tahu dan kepergian yang menyisakan tanda tanya besar serta kepergian yang tidak pernah bisa diminta untuk kembali.
            Penerbit senyuman yang muncul seiring mentari yang bersinar mengingatkan bulan yang bernah bersinar terang di tengah kegelapan malam. Mentari yang selalu goreskan kerutan kecil di pipi dan mata yang bersinar menatap relief kehidupan. Sosok masa lalu yang telah pergi dan tidak akan pernah kembali telah ajarkanku untuk menyayangi secara tulus tanpa mengharap suatu balasan dan mengajarkanku untuk tegar dalam kehidupan meskipun tidak akan pernah bersamanya. Dia berikan semuanya demi diriku, begitupun juga mentari baru ini. Mentari yang berjiwa sama dengannya. Jiwa yang tidak pernah aku sanggup untuk membalas seluruh pengorbananan yang dilakukannya.
            Dia seperti hidup dalam jiwa sang mentari. Kerutan kecil di sisi pipi yang tidak pernah terlihat sejak kepergiannya kini mulai mengembang kembali seiring mentari yang menyinari kehidupan. Janjiku untukmu wahai jiwa suci yang tidak pernah bisa bersamaku akan selalu terkenang. Tetapi kehadirannya membuatku mengingat sosokmu di masa lalu. Mungkin ini merupakan jawaban-Nya atas ketulusan yang pernah engkau berikan padaku. Ketulusan disepanjang hidupmu. Jikalau sang mentari mampu bersinar lebih lama darimu maka aku akan menjadikannya bersamaku dan selalu ada bayangmu di setiap kehadirannya. Karena ketulusanmu membuatku tidak mampu melupakan semua yang telah terjadi walaupun itu sudah lebih dari satu dasawarsa lalu. Kalimat yang perlu engkau tahu jiwa suciku “hanya engkaulah yang mampu membangunkanku dengan kesungguhan dan ketulusanmu”, sungguh beruntung aku bertemu dengan jiwa suci di masa lalu dan mentari di masa sekarang, walaupun aku tidak pernah tahu akhir dari cerita ketulusan yang engkau ajarkanku untuk menjalani kehidupan.


MERPATI PALSU
            Kesetiaan merupakan awal terjalinnya kepercayaan, dan kepercayaan merupakan tingkatan penghargaan antar insan dalam kehidupan. Selalu banyak bunga yang indah sepanjang jalan taman bunga. Tetapi hanya ada satu bunga yang akan terus mempesona sukma, yaitu bunga yang telah dipilih dan dirawat dengan sepenuh hati. Bunga yang selalu tampak mempesona bukanlah bunga yang selalu diganti setiap ada bunga yang lebih indah darinya. Selalu ada yang lebih indah atas bunga terpilih dan pasti akan ada aroma yang lebih mempesona sukma seiring dengan berjalannya sang waktu, tetapi hanya ada kesetiaan untuk mempertahankan keelokan sang bunga terpilih.
            Pengembara kehausan yang penuh dengan keletihan mencari danau penyejuk jiwa yang mampu menenangkan sukma. Danau sejuk yang memikat hati siapa pun yang memandangnya, danau tempat bermuara yang sebenarnya. Tetapi danau selalu tahu mana pengembara yang tulus ingin benar-benar melepas dahaga kehidupan dan pengembara yang hanya singgah sesaat. Danau selalu mendambakan pengembara yang rela menghabiskan sang waktu untuk menemani kesendirian dengan kesetiaan dan ketulusan.
            Merpati selalu pulang pada tempat yang tepat dan selalu setia pada pilihan yang sudah ditetapkan. Seputih warna merpati yang mengambarkan ketulusan dan kesucian. Tetapi bukanlah seekor merpati yang mampu beralih pada merpati lain saat merpati yang setia bersamanya pergi. Karena seekor merpati yang sesungguhnya merupakan merpati yang menatap lurus kehidupan dan tidak mudah beralih dalam pilihannya.
            Merpati putih terbang tinggi melambung di langit dan menghiasi birunya langit. Tebarkan warna putih yang menjadi simbol kesucian. Kesucian yang menyatu dengan ketulusan yang menghiasi kesetiaan. Bukanlah seekor merpati yang tidak diiringi kesucian, ketulusan, dan kesetiaan. Merpati akan selalu menjadi merpati, dan kamuflase dari sosok yang menyerupai merpati akan selamanya seperti itu. Tidak akan pernah ada titik pertemuan yang mengambarkan adanya keidentikan merpati yang sebenarnya denga sosok yang datang meyerupai merpati.
            Merpati hanya akan bersama pilihan awal yang diiringi ketetapan yang dipilihnya, dan bukanlah seekor merpati yang selalu memperbaiki pilihannya seiring berjalannya sang waktu. Merpati tidak pernah menyesal dengan pilihannya dan tidak akan pernah menyalahkan pilihan yang telah ditentukan. Banyak pilihan yang ditawarkan, tetapi merpati merupakan hewan yang setia dan selalu kokoh dalam mempertahankan pilihannya.
            Dunia kaya akan berbagai warna yang mempesona sukma. Merpati tidak mengenal kata prinsip dan komitmen, tetapi merpati selalu mengikuti naluri suci yang datang dari-Nya. Naluri suci yang datang hanya datang dari sisi-Nya, sisi pemilik kesucian yang Mahasuci. Bukanlah kesucian yang direkayasa agar terlihat suci.
            Mutiara kehidupan yang selalu bersinar terang di sepanjang kehidupan selalu lebih indah jika dihiasi dengan ketulusan, kesucian, dan kesetiaan. Mutiara yang jernih dan mempesona sukma. Mutiara suci yang tidak pernah meyisakan kepalsuan walaupun itu sebesar titik hitam di ataas kertas putih. Kehidupan yang penuh warna akan menghasilkan keindahan yang tidak akan pernah terganti jika dihiasi oleh mutiara yang selalu bersinar terang walaupun dalam gelapnya malam.





Wednesday, July 2, 2014

API YANG TIDAK AKAN PADAM
            Semangat, ambisi, dan impian merupakan hal yang menjadi penyemangat jiwa sang petualang kehidupan, selalu menatap semuanya dengan senyuman. Selalu ceria dalam menjalani semua hal yang menyapa dalam kehidupan yang seingkat ini. Semangat yang berkobar dalam jiwanya mengalahkan seluruh hal yang mampu menyayat dirinya, sehingga kehidupan dia bagaikan sang pemulung yang tidak pernah mengenal kata lelah dalam mencari untuk menyambung kehidupannya di hari esok.
            Keceriaan selalu tampak di wajah turus yang tampak lelah dalam menjalani kehidupan. Senyum itu kekal tersungging di kanvas putih wajah yang selalu bersinar terang. Partikel kecil yang terdapat dalam tubuhnya tidak dapat memahami apa yang dilakukannya dalam menghadapi kehidupan ini. Partikel itu semakin membesar dan ikut hidup serta berkembang dalam badannya. Badan turus yang selalu bersemangat dalam menghadapi seluruh peristiwa di muka bumi ini. Raga turus yang tumbuh menjadi seorang yang dewasa tidak menyadari apa yang sebenarnya tumbuh dalam badannya. Semua berkembang sampai titik yang menyebabkan semua tabir terbuka lebar. Tabir identitas partikel yang ikut tumbuh dalam ragamnya telah menguak seluruh misteri yang terpendam selama ini. Misteri yang membuat seluruh siang dan malam habis untuk mempikirkan apa identitas diri dari partikel itu.
            Hujan mengalir deras melalui seluruh mata yang menatap dan mengetahui identitas partikel yang tersembunyi tersebut. Walaupun hujan mengalir dengan derasnya, masih tersisa percikan api yang mampu membakar seluruh jiwa yang mengenali identitas pasti dari sang pemilik raga turus itu. Api yang tidak akan lekang dimakan oleh waktu yang terus berjalan tanpa memperdulikan apapun yang terjadi di muka bumi ini. Penyesalah adalah dampak dari semua keegoisan diri yang selalu mengabaikan pertumbuhan partikel yang bersarang di tubuh. Partikel itu tidak pernah menyatakan bahwa dirinya akan menganggu dan meluluhlantakkan semuanya.
            Senyum yang selalu terkembang di atas kanvas putih itu selalu mengingatkan akan bintang yang selalu bersinar di tengah kegelapan malam. Bintang yang tidak pernah lelah mengunjungi kegelapan malam dan tidak peduli ada atau tidaknya bintang lain di sekelilingnya. Bintang kecil yang berada di langit yang selalu bersinar terang dan selalu menghiasi indahnya kegelapan malam. Semua yang terjadi adalah kehendak dan karunia-Nya. Mutiara kehidupan yang terindah tersimpan dalam setiap hal yang bergulir dalam kehidupan.
            Api yang selalu menggelora adalah jiwa dari raga yang selalu bersemangat untuk meraih impian. Parikel itu hanyalah ujian kehidupan yang menjadi warna untuk menambah goresan kanvas putih kehidupan. Warna merupakan hal yang mampu menambah keindahan. Tetapi warna dapat dihilangkan dengan penghapus warna. Semua yang tergoreskan pasti memliki penghapus. Hal yang perlu dicari adalah identitas penghapus yang mampu menghapus warna yang tergoreskan di atas kanvas putih. Pencarian sang penghapus warna merupakan salah satu bagian dari proses pendewasaan dan penumbuhan kearifan dalam menjalani kehidupan. Proses pencarian memang tidak semudah air yang berpindah di atas daun kelor. Semua butuh proses, dan semua yang melewati proses dengan baik akan memperoleh hasil yang terbaik. Sepasang mata memandang cermin kehidupan yang dialami dan terlihat sebaris kata yang berbunyi “ini bukanlah akhir dari segalanya, tetapi ini merupakan awal dari segalanya”. Api harus tetap dijaga agar raga dapat terus hidup di tengah kehidupan yang dinamis dan dinamika yang berada di dalamnya.

Buah Karya: Hardianti Muthia Achas ( 2 Juli 2014) 

Tuesday, July 1, 2014

SECERCAH WARNA BIRU
            Hujan yang turun di senja hari membuat masa itu terulang kembali, masa dimana terlihat cahaya biru yang dapat menyejukkan sukma yang memandang. Cahaya yang mampu membawa raga ini menuju kesejukan dan ketenangan jiwa yang sesungguhnya. Hujan semakin deras dan semakin membawa diri ini larut dalam masa lalu. Gemerlap cahaya halilintar yang terlihat dari tepian bukit yang hijau menyadarkan bayangan cahaya biru yang pernah menggoreskan warna dalam hidup ini telah berubah menjadi warna gelap. Warna biru yang indah laksana warna yang terlihat di permukaan samudra yang terhampar luas menyelimuti bumi ini telah memudah seiring dengan berjalannya sang waktu. Semua telah hilang dan hanya menyisakan puing-puing masa lalu yang seudah tidak dapat dikembalikan lagi seperti dahulu.
            Waktu yang telah bergulir telah menepis tabir yang selama ini tertutup rapat. Tabir yang tidak pernah terbuka sebagai konsumsi publik. Semua telah jelas dan semua hanyalah sebatas etalase rapat saat ini. Kejadian masa lampau telah terkunci dalam kotak yang telah terkubur jauh di dasar jurang dan tidak akan pernah terkuak untuk kedua kalinya dalam perjalanan kehidupan ini. Kotak yang selama tidak ada seorang pun yang tahu. Namun, kotak itu juga akan tidak pernah akan diketahui oleh siapa pun baik sekarang maupun masa yang akan datang.
            Kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan mengantarkan akan pilihan yang muncul dari setiap kejadian di muka bumi. Kebijaksanaan yang disertai dengan kedewasaan menambah keseimbangan dalam menjalani kehidupan yang dinamis. Kehidupan yang tidak pernah diketahui oleh siapa pun di dunia ini, kehidupan yang tidak pernah ada yang tahu kapan akan berakhir. Alasan itu yang membuat warna biru yang pernah tergoreskan menjadi berubah menjadi warna gelap. Warna yang menyelimuti berbagai misteri yang akan hilang seiring dengan berjalannya waktu dan berputarnya matahari yang menyinari hari-hari yang berganti.
            Tabir yang terbuka mengisaratkan bahwa warna biru yang terlihat hanyalah fatamorgana dan bukanlah warna hakiki yang kekal, serta bukanlah warna yang secara harfiah dapat menyejukkan hati yang memandangnya untuk seluruh waktu yang bergulir. Sandiwara yang telah terungkap menyanyat sukma yang perna dibuat kagum oleh warna indah itu. Akan tetapi, semua sekarang hanyalah puing-puing masa lalu yang tidak dapat dikembalikan lagi.
            Kehidupan yang tidak dijalani dengan kebijaksanaan dan kedewasaan hanyalah menghasilkan kehidupan yang tidak mengantarkan ke kehidupan yang sebenarnya harus dijalani oleh setiap insan. Manusia diciptakan berpasangan, dan setiap pasangan dicipakan secara selaras dan serasi serta memiliki tingkat kepantasan satu sama lain. Apabila pasangan yang dipilih dan ditetapkan tidak sesuai hanyalah menyisakan penyesalan yang mungkin tidak akan pernah berujung. Hal itu pula yang menyebabkan pudarnya warna biru yang pernah tersirat dalam kehidupan putih. Kehidupan putih yang datar, tenang, dan tidak bergelombang. Warna biru dikala itu menciptakan gelombang baru kehidupan dan menciptakan lubang hitam dalam kertas putih. Kertas yang masih bersih dan tidak pernah tergoreskan oleh apapun itu.
            Ketidakseimbangan membuat perahu sampan yang diarungi bergejolak di tengah samudra yang luas dan menyelimuti permukaan bumi. Perahu sampan yang baik adalah perahu yang memiliki nahkoda dan awak kapal yang berkerja secara serentak dan mampu menciptakan keseimbangan dalam mengarungi lautan yang luas. Tetapi, perahu ini telah diterjang oleh gelombang dan tidak dapat dikendalikan oleh nahkoda serta awak kapal dengan baik, sehingga semuanya hancur tersapu ganasnya ombak. Semua yang tersisa hanyalah puing-puing bangkai kapal yang telah terterpa oleh ganasnya ombak di lautan.


SEPASANG SANDAL JEPIT
            Mentari pagi tersenyum dengan riang menyambut kicauan burung kecil yang berterbangan di atas dedahunan hijau. Sejuknya udara pagi meniupkan semangat kehidupan. Sisi bukit menjadi saksi terbitnya sang mentari dan perjalanan panjang yang dilalui oleh seorang anak manusia untuk mencapai impiannya. Tatapan lurus menuju ujung bukit yang lain mengingatkan kenangan manis yang membuat sukma tersenyum di pagi yang cerah. Semua berawal dari masa biru putih, masa dimana hanya nama yang tersimpan baik dalam memory. Hembusan angin pagi semakin mengantarkan kejadian masa biru putih terulang kembali. Senyum kecil tersungging di atas kanvas putih atas apa yang pernah tergores untuk masa itu.
            Masa biru putih berganti menjadi masa putih abu-abu dan disinilah semua alunan melodi dimulai. Semua yang terjadi merupakan kehendak-Nya dan tidak ada satu pun insan yang dapat menyangkalnya, berawal dari sebaris nama menjadi rangkaian melodi indah yang dapat diputar kapan pun dan dimana pun. Semua terasa indah untuk untaian ikatan yang terjalin, walaupun dihiasi oleh manik-manik yang beraneka macam, semua tetaplah indah. Perbedaan bukanlah suatu penghalang dalam hubungan yang dekat, hubungan yang berawal hanya dari sebaris nama.
            Pondasi kebahagiaan tersusun dari susah dan senanga yang dijalani dengan ketulusan, keterbukaan, kelapangan hati, dan kejujuran. Pondasi kuat sudah terbentuk dari terpaan banyak hal penguji yang ditemui selama perjalanan yang dilewati bersama. Derak canda dan tawa menyertai langkah yang diambil, tangis pun ikut menggoreskan lirik baru dalam melodi yang tercipta. Pondasi ini sudah bermetamorfosa menjadi sepasang sandal jepit yang memiliki kesamaan dalam sebuah perbedaan. Perbedaan bukanlah jurang pembatas dari sebuah pondasi yang terbuat, tetapi perbedaanaan adalah pasak dari sebuah pondasi yang selalu menguatkan titik yang lemah agar tetap berdiri kokoh.
            Perbedaan adalah karunia yang indah dan menjadi sentuhan melodi yang menyejukkan hati. Semua terasa hampa saat salah satu partikel penting penyusun melodi terpisah. Ada sesuatu yang hilang, itulah makna dari sepasang sandal jepit. Sepasang yang bermakna saling menyempurnakan satu sama lain dan tidak memandang seperti apa pasangan yang dimilikinya. Semua dilakukan berdasarkan ketulusan hati.
            Mentari semakin terik menyinari bumi dan membawa udara panas ke atas bukit nan hijau. Mentari itu mengingatkan akan impian yang dimiliki. Impian yang bersifat privasi untuk setiap insan, begitu pula untuk sepasang sandal jepit. Walaupun mereka dipakai secara sepasang, sebagian dari mereka memiliki impian yang berbeda dari sebagian yang lain. Meskipun impian yang dimiliki berbeda tidak akan menciptakan lubang pembunuh diantara keduanya karena keduanya sudah terikat dalam satu ikatan, ikatan yang sudah terbentuk untuk waktu yang cukup lama.
            Impian yang mengantarkan sebagian dari sandal jepit menuju peradaban yang didambakan. Sepasang sandal jepit akan selalu bersama, walaupun sang waktu dan jarak tidak mengizinkan mereka untuk selalu bersama secara nyata. Kebersamaan tidak hanya sebatas fisik tetapi ikatan sukma lebih kuat dari ikatan hanya sebatas fisik. Sepasang sandal jepit yang terpisah akan selalu mencari pasangannya. Karena semua yang berpasangan akan selalu berakhir dengan berpasangan. Secarik kertas di atas meja bermotif kuno bertuliskan dua buah kata yang penuh makna. Kata tersebut berbunyi “terima kasih”. Semua alunan melodi yang tercipta dapat diputar dan selalu dapat menciptakan goresan senyum yang mengembang seiring dengan alunan melodi yang diputar.

Buah Pena: Hardianti Muthia Achas ( 2 Juli 2014 )

Friday, July 19, 2013

SERIBU KAPAL DATANG DAN PERGI

                Hembusan angin pantai yang lembut, deruan ombak yang menenangkan sanubari, dentuman bunyi kapal yang silih berganti di pelabuhan ini. Pemandangan lalu lintas laut yang berlatar langit biru yang mempesonakan siapapun yang menatapnya. Pelabuhan yang tidak pernah sunyi, selalu ada yang hilir dan mudik seperti lalu lintas padat di perkotaan. Berbagai macam kapal ada di pelabuhan ini mulai dari kapal yang sederhana sampai kapal mewah. Semuanya terbungkus indah dengan pemandangan alam yang tidak seorang pun dapat menolaknya. Nahkoda kapal terdengar merayu para masyarakat domestik untuk pergi berlayar bersamanya dengan berbagai bujuk rayu. Namun yang aku lihat di sini tidak ada satupun kapal yang berlabuh dalam waktu yang cukup lama. Aku sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan mereka ingin segera berlayar ke tujuan mereka selanjutnya. Hanya satu yang terpikir dalam otakku ‘berarti pelabuhan ini bukanlah pelabuhan tujuan mereka’. Pulau ini sungguh indah dan mempesonakan hati bagi orang yang tinggal di dalamnya. Namun semua potensi ini tidak dapat dilihat oleh orang yang tidak punya ketulusan hati.
                Kapal yang berlayar ke pelabuhan ini bukanlah sembarang kapal, karena sebelum mereka menemukan pelabuhan ini mereka telah melewati banyak badai di lautan lepas. Pulau ini memang sunyi dan menawarkan ketenangan dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan masyarakat perkotaan. Mungkin karena jauh dari kehidupan perkotaanlah yang menyebabkan sampai saat ini tidak ada satupun kapal yang sanggup berlabuh dalam waktu yang lama di pulau ini. Pulau yang masih asri diwarnai dengan warna – warni alam yang tidak pernah didapatkan di pulau lain. Ketika aku tenggokkan kepalaku ke samping ternyata banyak kapal yang mencoba bertahan lama di pulau ini, berarti asumsiku salah. Akan tetapi, tidak satupun kapal yang mampu bertahan. Banyak tantangan yang akan mereka hadapi di pulau ini, mulai dari bencana alam sampai stress pribadi yang akan menghantui mereka. Alasan mereka tidak dapat bertahan adalah tidak tahannya mereka terhadap bencana alam yang tidak kunjung usai dan belum adanya kepastian bahwa kehidupan mereka akan sejahtera di sini.

                Ketidakpastianlah penyebab utama keputusasaan kapal-kapal itu. Padahal jika mereka mau bersabar mereka akan dapatkan hal yang lebih dari apa yang pernah mereka inginkan selama ini. Akan tetapi, dari lubuk sanubari aku pun juga tidak akan berdiam diri untuk selalu menjaga pulau yang elok ini dari para pendatang yang akan merusak. Bukankah hidup itu selalu berisi ketidakpastiaan kecuali kematian. Seharusnya mereka berpikir bagaiman cara melestarikan dan dapat hidup di pulau yang indah ini. Mungkin keegoaanlah yang membuat mereka menyerah. Ketika aku tundukkan kepalaku mengahadap pasir di pantai ini, aku berpikir hikmah dari kejadian yang telah aku amati. Semakin banyak kapal yang berlabuh di pelabuhan ini maka semakin banyak jejak yang ditinggalkan dan itu dapat memperkaya sejarah pelabuhan ini. Semakin banyak kapal yang meninggalkan pelabuhan berarti hanya kapal yang terbaik dari yang terbaiklah yang bertahan. Aku akan jaga pulau yang elok ini dengan sepenuh hati sampai datang sebuah kapal yang mampu berlabuh dan lulus segala ujian hidup yang ada di pulau ini. Tidak akan pernah pelabuhan ini sunyi, tetapi ketidakpastian selalu ada sampai saat yang tepat untuk memberikan suatu kepastian. Aku pun juga tidak tahu sampai kapan status ketidakpastiaan ini ada. Ombak yang selalu memberikan melodi indah pun juga tidak tahu kapan waktunya. Biarkan berjalannnya sang surya yang menjawabnya dan biarkan semua misteri Tuhan ini selalu tersimpan sampai saatnya Tuhan mengizinkan semuanya terbuka. Karena penantian akan misteri-Nya bukanlah suatu kesia-siaan belaka. 
KETERBATASAN
            Keterbatasan merupakan hal yang paling dibenci dan dihindari oleh setiap orang. Mereka mati-matian menutupi ketebatasannya dengan cara mereka masing-masing. Meskipun mereka sudah menutupi keterbatasannya tetap saja suatu saat nanti orang lain akan tahu tentang hal yang ditutupi tersebut. Manusia tidak hidup hanya dengan keterbatasannya tetapi juga kelebihannya. Jikalau berpikir positif sebenarnya kelebihan lebih banyak dari pada kekurangan. Akan tetapi sifat harfiah tamak dari manusia yang menyebabkannya lebih berpikir hal yang tidak dimiliki dari pada yang telah dimilik.
            Banyak jenis mengenai kekurangan baik fisik maupun mental. Akan tetapi, kebanyakan manusia terkonsentrasi pada kekurangan fisik, salah satu contohnya adalah kegemukan yang sangat menjadi momok bagi setiap wanita. Mayoritas wanita rela menghabiskan seluruh waktu,tenaga, dan uangnya untuk merawat diri. Bahkan mereka rela menyiksa diri demi mendapatkan penampilan fisik yang sempurna. Sungguh hal yang sangat ironis, karena mereka cenderung mengesampingkan kecantikan hati dan mendewakan kecantikan fisik semata. Memang pada hakikatnya seluruh anggota tubuh berhak memperoleh perlakuan istimewa dari kita tetapi itu tidak dianggap sebagai dewa atas segalanya.
            Kenyataan di atas terjadi pada para wanita yang belum terbuka pikirannya, bahwa wanita yang menarik adalah wanita yang cantik hatinya dan cantik di hadapan Allah. Seorang pria tidak akan tertarik pada wanita yang cantik fisiknya saja. Karena cantik fisik dapat hilang dimakan waktu dan bisa dibuat secara instant seperti mie instant. Sebaliknya seorang wanita tidak tertarik pada pria yang hanya rupawan tetapi tidak tampan hatinya. Jika ada seorang wanita yang suka akan pria seperti itu berarti dia hanya ingin mengumbar nafsunya dan menciptakan sensasi sesaat.
            Sebenarnya di balik kekurangan pasti ada hikmah istimewa yang terkandung di dalamnya. Jangan pernah lihat seseorang dari kekurangannnya. Jika kau melihat dari kekurangannya maka kau akan cenderung meremehkannya dan menganggapnya tidak ada gunanya. Padahal mungkin dia hebat pada suatu bidang yang kau belum tentu bisa melakukannya dengan baik. Akan tetapi, jika kau melihat seseorang dari kelebihannya maka kau akan lebih menghargai perbedaan dan mengaggapnya orang yang istimewa. Memang tidak mudah membudayakan berpikir seperti itu, tetapi apa salahnya mencoba untuk terus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
            Allah mencipkan manusia dengan keterbatasannya masing-masing sehingga mereka tidak sombong akan dirinya dan terus bersyukur atas kelebihan yang telah diberikan Allah padanya. Sehingga optimalkan yang kita miliki dan tidak selalu menuntut kesempurnaan.